Karangan eksposisi ialah karangan yang bertujuan agar pembaca memperoleh informasi yang lengkap tentang suatu objek. Oleh karena itu, karangan eksposisi sifatnya memberi tahu, mengupas, menyarankan atau menerangkan sesuatu. Sesuatu yang diinformasikan tersebut dapat berupa:
1. data faktual, yaitu suatu kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan bersifat historis
2. suatu analisis atau penafsiran objekif terhadap seperangkat fakta
3. fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian.
Langkah-langkah menulis eksposisi:
1. Menentukan tema
2. Menetukan tujuan karangan
3. Memilih data yang sesuai dengan tema
4. Membuat kerangka karangan
5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan
Beberapa urutan analisis eksposisi:
1. Urutan kronologis, biasanya memaparkan proses, yaitu memberi penjelasan tentang bekerjanya sesuatu atau terjadinya suatu peristiwa
2. Urutan penting dan tidak penting
3. Urutan fungsional
4. Analisi sebab-akibat
5. Analisis perbandingan
Eksopisi atau pemaparan adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran, yang dapat memperluas pandangan atau wawasan seseorang yang membaca uraian tesebut (Kerat,1983:3). Eksposisi ata paparan menyajikan fakta atau gagasan yang disusun dengan sebaik-baiknya sehingga mudah dipahami ole si penbaca. Oleh karena itu, paparan harus disusun secara teratur, logis, dan lengkap.
Eksposisi harus memenuhi hal-hal berikut:
1. Menjelaskan pendapat, gagsan, dan keyakinan
2. Memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka, peta statistik, grafik, organigram, dan gambar
3. Memerlukan analisis dan sintesis pada saat pengupaan
4. Menggali sumber ide dari: pengalaman, pengamatan dan penilitian, sikap dan keyakinan.
You see things that are and say "WHY?" But I dream things that never were and say "WHY NOT?"
Senin, 28 Januari 2013
Minggu, 20 Januari 2013
Anehnya Negeriku
Korban Banjir DKI Dihebohkan Buaya
Ditengah situasi banjir di Jakarta dan sekitarnya, muncul informasi melalui media sosial dan BlackBerry Messenger (BBM) mengenai jebolnya penakaran buaya dikawasan Bandengan, Jakarta Utara. Disebutkan, ada 250 yang lepas sehingga mengancam keselamatan warga.
Selain muncul soal isu penangkarang buaya yang jebol, juga beredar rumor mengenai penangkapan seekor ular piton yang memakan anak berusia 15 tahun di Jakarta Utara.
Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono menegaskan, isu itu tidak benar. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi soal apapun.
"Nggak ada. Dipastikan nggak benar," kata Bambang usai mengikuti arahan Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Minggu (20/1).
Bambang mengatakan, banyak isu hoax beredar di masyarakat sebelumnya soal banjir di Jakut. Salah satunya tentang banjir di Pluit yang disebabkan oleh tanggul. Padahal setelah dilakukan pengecekan tidak benar.
"Yang benar pompa air mati sehingga air melimpah. Jadi digedeinlah," tegasnya.
Isu hoax juga sempat bermunculan sebelumnya terkait banjir. Mulai dari kabar cuti bersama hingga hewan-hewan liar yang mengancam keselamatan warga. Untuk isu cuti bersama, polisi juga sudah melakukan penelusuran.(HDS)
(Sumber : koran Nonstop)
Minggu, 30 Desember 2012
Takut Kepada Allah Swt.
Abu Laits berkata, "Sesungguhnya Allah Swt. memiliki malaikat-malaikat di langit yang selalu sujud sejak Allah Swt. menciptakan mereka sampai hari kiamat, persendian mereka gemetar karena takut menyalahi perintah Allah Swt. Apabila telah datang hari kiamat, mereka mengangkat kepalanya dan berkata, "Maha Suci Engkau, kami belum mengabdi kepada-Mu dengan sepenuh pengabdian." Itulah maksud firman Allah Swt.:
"Mereka takut kepada Tuhannya yang berkuasa atas mereka dan mengerjakan apa yang
diperintahkan pada mereka." (QS. An-Nahl: 50)
Maksudnya mereka tidak mendurhakai Allah Swt. sekejap mata pun. Bersabda Rasulullah Saw., "Ketika tubuh seorang hamba berkerut karena takut kepada Allah Swt., maka berguguranlah dosanya sebagaimana rontoknya daun-daun dari sebuah pohon."
Ada seorang Abid dari Bani Israil yang mempunyai banyak keluarga. Dia sedang dilanda kelaparan sampai kondisinya sangat tejepit. Disuruhlah istrinya untuk mencari sesuatu untuk keluarganya. Maka berkunjunglah ia kerumah saudagar dan meminta sesuatu yang dapat dimakan keluarganya. Saudagar kaya itu berkata, "Ya, asal kamu menyerahkan tubuhmu kepadaku." Perempuan itu diam dan pulang kerumahnya. Dia melihat anak-anaknya berteriak, "Ibu, ibu kami akan mati karena kelaparan, berilah kami apa saja yang bisa kami makan." Perempuan itu kembali lagi kepada saudagar kaya dan menceritakan padanya mengenai anak-anaknya. Saudagar itu berkata, "Adakah keinginanku kau penuhi?" Perempuanitu mengangguk, "Ya." Waktu saudagar itu hanya berdua dengannya, gemetarlah semua persendian perempuan itu, seakan-akan semua anggota tubuhnya lepas dari tempatnya. saudagar itu berkata, "Ada apa kau ini?" Dia menjawab, "Sesungguhnya aku takut kepada Allah." Maka berkatalah saudagar itu, "Engkau dengan keadaan fakir seperti ini masih takut kepada Allah, apalagi aku harus lebih takut daripada engkau." Menyingkirlah saudagar itu darinya dan memenuhi kebutuhannya. Dia pun pulang dengan membawa banyak makanan yang nikmat untuk anak-anaknya dan bergembiralah mereka. Lalu Alah Swt. menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as., "Katakanlah kepada Fulan bin Fulan (saudagar tersebut di atas) bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosanya." Datanglah Nabi Musa as. dan berkata, "Munkin engkau telah mengerjakan kebaikan dalam hubungan antara kamu dengan Tuhanmu." Berceritalah dia tentang kisah di atas kepada Nabi Musa, maka Nabi Musa berkata, "Sesungguhnya Allah Swt. telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu." Demiianlah cerita ini disebutkan dalam kitab Mujama'il-Laatha'if.
Diriwayatkan dari Nabi MUhammad Saw., sesungguhnya beliau berkata, "Sesungguhnya Allah Swt berfirman, 'Tidak Aku kumpulkan pada seorang hamba-Ku dua buah rasa takut dan tidak juga dua buah rasa aman'. Barangsiapa yang takut kepada-Ku di dunia, maka Aku beri rasa aman di akhirat dan barangsiapa yang merasa aman dari-Ku maka akan Aku beri rasa takut besok hari Kiamat."
Diriwayatkan dari Nabi MUhammad Saw., sesungguhnya beliau berkata, "Sesungguhnya Allah Swt berfirman, 'Tidak Aku kumpulkan pada seorang hamba-Ku dua buah rasa takut dan tidak juga dua buah rasa aman'. Barangsiapa yang takut kepada-Ku di dunia, maka Aku beri rasa aman di akhirat dan barangsiapa yang merasa aman dari-Ku maka akan Aku beri rasa takut besok hari Kiamat."
Sabtu, 29 Desember 2012
Cerita Humor
Nastaruddin
Andai dia lebih lama berada di Amerika Latin , namanya pasti akan di ganti jadi Nazarudinho.
Setelah itu, di akan kabur ke Jepang, dan ganti nama lagi jadi Nazaruto.
Kabur ke India, jadi Nazarukh Khan.
Terbang ke Malaysia, jadi Nazaruddin M Top
Pindah ke Belanda, jadi Nazar van Udeen
Kalo ke Garut, jadi Udin Nazarudin
Pindah ke Italia, jadi Nazarri Udinese
Kalo ke Manchaster, jadi Nazarooney
Ngumpet dihutan, jadi Tarzanuddin
Pas hari lebaran diganti jadi NASTARUDDIN.
Kamis, 27 Desember 2012
Tahukah Anda?
Amarah Bikin Panjang Umur
ADA yang bilang jika kemarahan yang tak dilampiaskan akan menyebabkan perasaan jadi mendongkol atau sakit hati yang tak kunjung sembuh. Ternyata hal ini benar adanya. Sebuah Studi mengungkap pelampiasan kemarahan secara berapi-api atau menunjukkan emosi negatif justru baik bagi kesehatan seseorang terutama sebagai kunci panjang umur.
Secara khusus peneliti pun membandingkan dengan orang Italia dan Spanyol yang pemarah dengan orang Inggris yang suka memendam amarah. Orang Italia dan Spanyol yang pemarah terbukti bisa hidup dua tahun lebih lama ketimbang orang Inggris.
Setelah mengamati lebih dari 6.000 pasien, tim peniliti dari Univesity of Jena di Jerman menemukan bahwa partisipan yang menyembunyikan kecemasannya dilaporkan mengalami peningkatan denyut nadi. Masalahnya, dari waktu ke waktu, hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi dan peluang berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung koroner, kanker hingga kerusakan ginjal.
Studi yang diprakarsai Marcus Mund dan Kristin Mitte ini pun mengidentifikiasi orang-orang yang suka memendam amarahnya ini dengan sebutan 'represor' dan mengkalaim bahwa merka berisiko tinggi mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat karakternya itu.
"Orang-orang seperti ini dikenal dari cara mereka menyembunyikan tanda-tanda ketakutannya serta dari perilaku defenis mereka. Mereka cenderung menghindari risiko dan selalu mengambil tindakan pengendalian tingkat tinggi terhadap dirinya sendiri dan lingkungan di sekitar mereka," ujar Mund seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (27/12).(HDS)
Selasa, 25 Desember 2012
PERMASALAHAN SUMBERDAYA ALAM
Bila sumberdaya alam disia-siakan dan hanya untuk memajukan kesejahteraan ekonomi, merangsang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, dan lokal serta bila kita tidak berhati-hati dalam pengelolaannya, maka akhirnya manusia harus mengganti pelayanan gratis dan nilai-nilai yang hilang, dengan hilangnya lingkungan alam itu,. Ekonomi dapat merusak sumberdaya bila biaya pemulihan melebihi keuntungan dari kebijakan petumbuhan jangka pendek.
Permasalahan-permasalahan yang ada sehubungan dengan sumberdaya alam, antaa lain sebagai berikut.
1. Kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang terjadi, berkaitan erat dengan tingkat pertumbuhan penduduk dan pola penyebaran yang kurang seimbang dengan jumlah dan penyebaran sumberdaya alam serta daya dukung lingkungan hidup yang ada.
2. Kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang terjadi di daerah yang tanahnya kurang subur dan penduduknya masih mempunyai kebiasaan membuka hutan untuk perladangan baru, akan terjadi kerusakan lahan. Usaha perladangan berpindah tersebut di satu pihak memerlukan tenaga banyak, sementara hasilnya dalam bentuk bahan makanan sangat sedikit, di lain pihak usaha itu mengakibatkan kerusakan hutandan lahan yang terus meluas
Senin, 24 Desember 2012
Memahami Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung suatu permintaan agar penanya diberi informasi mengenai suatu hal. Kalimat tanya mempunyai ciri-ciri :
a. Intonasi yang digunakan adalah intonasi tanya;
b. Daapat pula mempergunakan partikel tanya -kah atau apakah; dan
c. sering mempergunakan kata tanya yang dapat digabung dengan partikel -kah.
Kalimat tanya dapat dibedakan menjadi pertanyaan total dan pertanyaan parsial. Pertanyaan total adalah kalimat tanya yang meminta informasi mengenai seluruh isi pertanyaannya. Penanya biasanya memakai intonasi tanya dan menggunakan partikel -kah atau apakah. Jawaban dari jenis pertanyaan seperti ini cukup menjawab Ya atau Tidak.
Contoh:
1. Ia pandai bermain basket?
2. Apakah Anda pemain biola?
3. Pandaikah ia bermain gitar?
Pertanyaan parsial adalah kalimat tanya yang hanya meminta informasi sebagian dari pertanyaan itu. Kalimat tanya semacam ini biasanya mempergunakan kata tanya tertentu.
Pertanyaan yang kita ajukan dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya terbentuk dari kata tanya apa dan mana. Kedua kata tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut.
1. Kata apa bisa dikembangkan menjadi siapa, mengapa, berapa, apakah, dan untuk apa.
2. Kata mana bisa dikembangkan menjadi kemana, dari mana, di mana, manakah, bagaimanakah, dan
bilamana.
Fungsi kata tanya;
1. Apa berfungsi menanyakan barang atau hal.
2. Siapa berfungsi menanyakan manusia.
3. Berapa befungsi menanyakan jumlah.
4. Untuk apa berfungsi untuk menanyakan tujuan.
5. Mengapa/kenapa berfungsi untuk menanyakan sebab terjadinya sesuatu.
6. Dengan apa berfungsi menanyakan alat.
7. Ke berapa berfungsi menanyakan urutan.
8. Mana berfungsi menanyakan pilihan.
9. Bagaimana berfungsi menanyakan keadaan atau cara melakukan perbuatan.
10. Dimana berfungsi menanyakan tempat.
11. Kemana berfungsi menanyakan arah yang dituju.
12. Dari mana berfungsi menanyakan arah yang ditinggalkan.
13. Bilamana/kapan berfungsi menanyakan waktu.
Penyusunan sebuah pertanyaan pada umumnya dimulai dengan kata tanya. Namun, kata tanya tidak mutlak berada di awal kalimat tanya. Kata tanya bisa berada ditengah atau diakhir kalimat tanya. Kata tanya sering kali dipertegas dengan partikel penegas kalimat tanya, yaitu kah.
Suatu pertanyaan pada umumnya meminta jawaban. Namun demikian, ada juga pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban karena semua orang sudah tahu jawabannya. Pertanyaan demikian disebut pertanyaan retoris. Pertanyaan seperti ini biasanya dipakai dalam pidato-pidato atau khotbah-khotbah.
Contoh:
1. Apakah seorang koruptor dapat menjadi pahlawan bangsa?
2. Adakah orangtua yang tega memberikan kepada anaknya kalajengking kalau anaknya meminta roti?
Dalam percakapan sehari-hari, bisa terjadi bahwa kalimat tanya tidak menggunakan intonasi tanya, tetapi intonasi berita. Tetapi dapat juga tejadi bahwa kalimat tanya tersebut tidak memakai kalimat tanya . Dalam hal ini, penanya menggunakan intonasi tanya.
a. Intonasi yang digunakan adalah intonasi tanya;
b. Daapat pula mempergunakan partikel tanya -kah atau apakah; dan
c. sering mempergunakan kata tanya yang dapat digabung dengan partikel -kah.
Kalimat tanya dapat dibedakan menjadi pertanyaan total dan pertanyaan parsial. Pertanyaan total adalah kalimat tanya yang meminta informasi mengenai seluruh isi pertanyaannya. Penanya biasanya memakai intonasi tanya dan menggunakan partikel -kah atau apakah. Jawaban dari jenis pertanyaan seperti ini cukup menjawab Ya atau Tidak.
Contoh:
1. Ia pandai bermain basket?
2. Apakah Anda pemain biola?
3. Pandaikah ia bermain gitar?
Pertanyaan parsial adalah kalimat tanya yang hanya meminta informasi sebagian dari pertanyaan itu. Kalimat tanya semacam ini biasanya mempergunakan kata tanya tertentu.
Pertanyaan yang kita ajukan dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya terbentuk dari kata tanya apa dan mana. Kedua kata tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut.
1. Kata apa bisa dikembangkan menjadi siapa, mengapa, berapa, apakah, dan untuk apa.
2. Kata mana bisa dikembangkan menjadi kemana, dari mana, di mana, manakah, bagaimanakah, dan
bilamana.
Fungsi kata tanya;
1. Apa berfungsi menanyakan barang atau hal.
2. Siapa berfungsi menanyakan manusia.
3. Berapa befungsi menanyakan jumlah.
4. Untuk apa berfungsi untuk menanyakan tujuan.
5. Mengapa/kenapa berfungsi untuk menanyakan sebab terjadinya sesuatu.
6. Dengan apa berfungsi menanyakan alat.
7. Ke berapa berfungsi menanyakan urutan.
8. Mana berfungsi menanyakan pilihan.
9. Bagaimana berfungsi menanyakan keadaan atau cara melakukan perbuatan.
10. Dimana berfungsi menanyakan tempat.
11. Kemana berfungsi menanyakan arah yang dituju.
12. Dari mana berfungsi menanyakan arah yang ditinggalkan.
13. Bilamana/kapan berfungsi menanyakan waktu.
Penyusunan sebuah pertanyaan pada umumnya dimulai dengan kata tanya. Namun, kata tanya tidak mutlak berada di awal kalimat tanya. Kata tanya bisa berada ditengah atau diakhir kalimat tanya. Kata tanya sering kali dipertegas dengan partikel penegas kalimat tanya, yaitu kah.
Suatu pertanyaan pada umumnya meminta jawaban. Namun demikian, ada juga pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban karena semua orang sudah tahu jawabannya. Pertanyaan demikian disebut pertanyaan retoris. Pertanyaan seperti ini biasanya dipakai dalam pidato-pidato atau khotbah-khotbah.
Contoh:
1. Apakah seorang koruptor dapat menjadi pahlawan bangsa?
2. Adakah orangtua yang tega memberikan kepada anaknya kalajengking kalau anaknya meminta roti?
Dalam percakapan sehari-hari, bisa terjadi bahwa kalimat tanya tidak menggunakan intonasi tanya, tetapi intonasi berita. Tetapi dapat juga tejadi bahwa kalimat tanya tersebut tidak memakai kalimat tanya . Dalam hal ini, penanya menggunakan intonasi tanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)