Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung suatu permintaan agar penanya diberi informasi mengenai suatu hal. Kalimat tanya mempunyai ciri-ciri :
a. Intonasi yang digunakan adalah intonasi tanya;
b. Daapat pula mempergunakan partikel tanya
-kah atau
apakah; dan
c. sering mempergunakan kata tanya yang dapat digabung dengan partikel
-kah.
Kalimat tanya dapat dibedakan menjadi
pertanyaan total dan
pertanyaan parsial.
Pertanyaan total adalah kalimat tanya yang meminta informasi mengenai seluruh isi pertanyaannya. Penanya biasanya memakai intonasi tanya dan menggunakan partikel
-kah atau
apakah. Jawaban dari jenis pertanyaan seperti ini cukup menjawab
Ya atau
Tidak.
Contoh:
1. Ia pandai bermain basket?
2. Apakah Anda pemain biola?
3. Pandaikah ia bermain gitar?
Pertanyaan parsial adalah kalimat tanya yang hanya meminta informasi sebagian dari pertanyaan itu. Kalimat tanya semacam ini biasanya mempergunakan kata tanya tertentu.
Pertanyaan yang kita ajukan dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya terbentuk dari kata tanya
apa dan
mana. Kedua kata tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut.
1. Kata
apa bisa dikembangkan menjadi
siapa, mengapa, berapa, apakah, dan
untuk apa.
2. Kata
mana bisa dikembangkan menjadi
kemana, dari mana, di mana, manakah, bagaimanakah, dan
bilamana.
Fungsi kata tanya;
1.
Apa berfungsi menanyakan barang atau hal.
2.
Siapa berfungsi menanyakan manusia.
3.
Berapa befungsi menanyakan jumlah.
4.
Untuk apa berfungsi untuk menanyakan tujuan.
5.
Mengapa/kenapa berfungsi untuk menanyakan sebab terjadinya sesuatu.
6. Dengan apa berfungsi menanyakan alat.
7.
Ke berapa berfungsi menanyakan urutan.
8.
Mana berfungsi menanyakan pilihan.
9.
Bagaimana berfungsi menanyakan keadaan atau cara melakukan perbuatan.
10.
Dimana berfungsi menanyakan tempat.
11.
Kemana berfungsi menanyakan arah yang dituju.
12.
Dari mana berfungsi menanyakan arah yang ditinggalkan.
13.
Bilamana/kapan berfungsi menanyakan waktu.
Penyusunan sebuah pertanyaan pada umumnya dimulai dengan kata tanya. Namun, kata tanya tidak mutlak berada di awal kalimat tanya. Kata tanya bisa berada ditengah atau diakhir kalimat tanya. Kata tanya sering kali dipertegas dengan partikel penegas kalimat tanya, yaitu
kah.
Suatu pertanyaan pada umumnya meminta jawaban. Namun demikian, ada juga pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban karena semua orang sudah tahu jawabannya. Pertanyaan demikian disebut pertanyaan retoris. Pertanyaan seperti ini biasanya dipakai dalam pidato-pidato atau khotbah-khotbah.
Contoh:
1. Apakah seorang koruptor dapat menjadi pahlawan bangsa?
2. Adakah orangtua yang tega memberikan kepada anaknya kalajengking kalau anaknya meminta roti?
Dalam percakapan sehari-hari, bisa terjadi bahwa kalimat tanya tidak menggunakan intonasi tanya, tetapi intonasi berita. Tetapi dapat juga tejadi bahwa kalimat tanya tersebut tidak memakai kalimat tanya . Dalam hal ini, penanya menggunakan intonasi tanya.