Deduktif dan Induktif
Simpulan itu dapat kita buat menggunakan teknik deduktif atau induktif. Deduktif yaitu menyampaikan informasi secara umumbaru diikuti dengan bagian-bagian rinciannya. Induktif yaitu menyampaikan hal-hal yang khusus yang merupakan rincian, menuju ke hal-hal yang bersifat umum (simpulannya).
Perhatikan contoh berikut!
Contoh Deduktif :
Menyontek, juga menunjukkan kompetisi yang tidak sehat. Mereka yang tekun belajarseing dikalahkan oleh ketidakjujuran dan kelicikan para penyontek. Para penyontek yang tidak beda dengan maling justru mendapat nilai bagus.
Contoh Induktif :
Nah, kalau sekolah menoleransi adanya penyontekan, bukankah itu berarti menghalalkan ketidakjujuran, tidak menghargai proses, tidak menciptakan kompetisi yang sehat, dan tidak menanamkan keuletan? Bila hal ini dibiarkan terus, tidak perlu sakit hati, kalau sekolah lantas dianggap sebagai tempat menyemai bibit kriminalitas.
You see things that are and say "WHY?" But I dream things that never were and say "WHY NOT?"
Senin, 24 Desember 2012
Pengertian Simpulan
Simpulan
Membuat simpulan berarti memberikan pendapat terakhir berdasarkan uraian-uraian sebelumnya. Menyimpulkan sama dengan membuat ikhtisar dan dapat dilakukan sesudah mendengarkan atau membaca sumber informasi (TV, radio, pidato, percakapan, dll). Simpulan dapat dibuat berdasarkan metode berfikir deduktif atau induktif.
Ciri-ciri simpulan adalah sebagai berikut:
a. Menyajikan bagian-bagian yang dianggap penting. Bagian-bagian yang kurang penting hanya sedikit disajikan dan bagian yang tidak penting diabaikan.
b. Penyajian tidak perlu mempertahankan urutan karangan yang asli, melainkan langsung menyajikan inti masalah serta problematik pemecahannya.
Membuat simpulan berarti memberikan pendapat terakhir berdasarkan uraian-uraian sebelumnya. Menyimpulkan sama dengan membuat ikhtisar dan dapat dilakukan sesudah mendengarkan atau membaca sumber informasi (TV, radio, pidato, percakapan, dll). Simpulan dapat dibuat berdasarkan metode berfikir deduktif atau induktif.
Ciri-ciri simpulan adalah sebagai berikut:
a. Menyajikan bagian-bagian yang dianggap penting. Bagian-bagian yang kurang penting hanya sedikit disajikan dan bagian yang tidak penting diabaikan.
b. Penyajian tidak perlu mempertahankan urutan karangan yang asli, melainkan langsung menyajikan inti masalah serta problematik pemecahannya.
Senin, 03 Desember 2012
Tips Perawatan Bibir Lembut
1. Scurb Madu dan Gula
Terapkan campuran madu dan gula pada bibir selama 10-15 menit. Lalu gunakan kapas untuk menggosoknya denan lembut. Lakukan dua kali seminggu untuk hasil bibir kenyal dan bagus.
2. Minyak zaitun dan baking soda
Campuran minyak zaitun dan baking soda bisa membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dari bibir, karena sifatnya yang melembutkan dan melembabkan. Terapkan campuran minyak zaitun dan baking soda selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air.
3. Sikat gigi dan madu hangat
Ya, sikat gigi jga dapat diguakn untuk membiuat bibir kita lembut. Yang kita perlukan adalah sikat gigi yang memiliki rambut lembut, dan madu yang dihangatkan selama beberapa detik (kita bisa menggunakan microwave). Celupkn sikat gigi kedalam madu dan gosokkan dengan lembut pada bibir. Gunakan gerakan melingkar untuk melakukannya. Ini membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dan melembabkan daerah bibir.
Terapkan campuran madu dan gula pada bibir selama 10-15 menit. Lalu gunakan kapas untuk menggosoknya denan lembut. Lakukan dua kali seminggu untuk hasil bibir kenyal dan bagus.
2. Minyak zaitun dan baking soda
Campuran minyak zaitun dan baking soda bisa membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dari bibir, karena sifatnya yang melembutkan dan melembabkan. Terapkan campuran minyak zaitun dan baking soda selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air.
3. Sikat gigi dan madu hangat
Ya, sikat gigi jga dapat diguakn untuk membiuat bibir kita lembut. Yang kita perlukan adalah sikat gigi yang memiliki rambut lembut, dan madu yang dihangatkan selama beberapa detik (kita bisa menggunakan microwave). Celupkn sikat gigi kedalam madu dan gosokkan dengan lembut pada bibir. Gunakan gerakan melingkar untuk melakukannya. Ini membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dan melembabkan daerah bibir.
4. Susu kental manis
Bahan alami selalu memberikan hasil yang bagus. Oleskan susu kental manis pada bibir setiap hari unutk menapatkan hasil yang baik.
5. Lip balm
Sangat disarankan untuk menggunakan lip balm setiap hari bila ingin mempertahankan bibir yang lembut alami.
Sabtu, 10 November 2012
Menjaga Keutuhan Negara Indonesia
-RANGKUMAN-
1. Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Tanah air Indonesia terdiri atas banyak pulau.
3. Persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia berpuncak pada Proklamasi Indonesia Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
4. Arti penting menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia antara lain:
a. menjaga kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia
b. menjaga perstuan dan kesatuan yang telah terbina
c. mewariskan Indonesia kepada anak cucu kita
d. menghargai jasa para pahlawan.
5. Hal-hal yang kita lakukan untuk memelihara keutuhan negara dan bangsa Indonesia antara lain:
a. turut menjaga wilayah dan kedaulatan negara Indonesia
b. saling menghormati perbedaan
c. mempertahankan kesamaan dan kebersamaan
d. menaati dan menjalankan peraturan dan undang-undang.
1. Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Tanah air Indonesia terdiri atas banyak pulau.
3. Persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia berpuncak pada Proklamasi Indonesia Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
4. Arti penting menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia antara lain:
a. menjaga kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia
b. menjaga perstuan dan kesatuan yang telah terbina
c. mewariskan Indonesia kepada anak cucu kita
d. menghargai jasa para pahlawan.
5. Hal-hal yang kita lakukan untuk memelihara keutuhan negara dan bangsa Indonesia antara lain:
a. turut menjaga wilayah dan kedaulatan negara Indonesia
b. saling menghormati perbedaan
c. mempertahankan kesamaan dan kebersamaan
d. menaati dan menjalankan peraturan dan undang-undang.
Kamis, 08 November 2012
#Dihari Jum'at, Para Malaikat Duduk di Depan Pintu Masjid#
Dari Abu Said Al-Khudri
radhiallahu ‘anhu; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Apabila hari Jumat
datang, para malaikat
duduk di depan pintu
masjid-masjid. Mereka
mencatat setiap orang
yang datang sesuai
dengan waktu
kedatangan mereka.
Ada
orang yang seperti
berkurban unta, ada yang
seperti berkurban sapi,
ada yang seperti
berkurban kambing, ada
yang seperti berkurban
ayam, ada yang seperti
berkurban burung, dan
ada yang seperti
berkurban telur.
Ketika
muazin melakukan azan
dan imam sudah duduk di
mimbar maka buku
catatan ditutup dan
mereka masuk masjid,
mendengarkan khotbah.”
(H.r. Ahmad; sanadnya
dinilai hasan oleh Syu’aib
Al-Arnauth)
radhiallahu ‘anhu; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Apabila hari Jumat
datang, para malaikat
duduk di depan pintu
masjid-masjid. Mereka
mencatat setiap orang
yang datang sesuai
dengan waktu
kedatangan mereka.
Ada
orang yang seperti
berkurban unta, ada yang
seperti berkurban sapi,
ada yang seperti
berkurban kambing, ada
yang seperti berkurban
ayam, ada yang seperti
berkurban burung, dan
ada yang seperti
berkurban telur.
Ketika
muazin melakukan azan
dan imam sudah duduk di
mimbar maka buku
catatan ditutup dan
mereka masuk masjid,
mendengarkan khotbah.”
(H.r. Ahmad; sanadnya
dinilai hasan oleh Syu’aib
Al-Arnauth)
Rabu, 03 Oktober 2012
Glosarium Bahasa Indonesia
Abstrak: tidak terwujud; tidak berbentuk; mujarad; niskala.
Antonim: kata yang berlawanan makna dengan kata lain.
Asimilasi: perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yang berdekatan.
Biografi: riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain.
Deduktif: bersifat deduksi.
Dialek: variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai (bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu).
Ektensif: bersifat menjangkau secara luas.
Fiksi: rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan.
Frasa: gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.
Generalisasi: perihal membentuk gagasan atau simpulan umum dari suatu kejadian dan hal.
Hierarki: urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan).
Hiponim: hubungan anatara dua makna spesifik dan makna generik atau antara anggota taksonomi dan nama taksonomi.
Ideologi: kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.
Implementatif: pelaksanaan; penerapan.
Induktif: bersifat (secara) induksi.
Antonim: kata yang berlawanan makna dengan kata lain.
Asimilasi: perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yang berdekatan.
Biografi: riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain.
Deduktif: bersifat deduksi.
Dialek: variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai (bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu).
Ektensif: bersifat menjangkau secara luas.
Fiksi: rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan.
Frasa: gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.
Generalisasi: perihal membentuk gagasan atau simpulan umum dari suatu kejadian dan hal.
Hierarki: urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan).
Hiponim: hubungan anatara dua makna spesifik dan makna generik atau antara anggota taksonomi dan nama taksonomi.
Ideologi: kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.
Implementatif: pelaksanaan; penerapan.
Induktif: bersifat (secara) induksi.
Pengertian dan Ciri Kalimat Perintah
Kalimat Perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu atau kalimat yang dipakai untuk mendapatkan tanggapan sesuai dengan kehendak penuturnya.
Ciri-ciri kalimat perintah adalah seperti berikut :
1. Menggunakan partikel -lah.
Contoh :
1. Pergilah dari sini!
2. Cepatlah kamu mandi!
3. Bantulah adikmu!
2. Berpola kalimat inversi (PS).
Contoh :
1. Ambilkan buku itu
2. Santaplah makanan itu
3. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis.
Contoh :
1. Pergilah dari sini!
2. Ayo masuk!
3. Pulanglah!
4. Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi menaik di awal dan berintonasi rendah di akhir.
Langganan:
Postingan (Atom)